Impian Rasa Hati (Masa kecil yang selalu terbuai oleh cerita khalayan)

Inginkah aku seperti ini? sebenarnya tak ingin
Raut Wajah yang telah menjadi langit malam hatiku
Fajar terbit simbol sugesti yang disuguhkan khas dirimu
Alunan kicau burung pertanda suara yang indah
Nada-nada indah selalu terlantun dari keharmonisan jiwa

Rumput kering tak pernah menangis menanti hujan
Embun tak jua ingin menampakkan diri
Zaitun sang bunga kekeringan di padang tandus
Asmara kehidupan dan perjuangan

Hamparan jiwa terluka mempesona
Antarkan pada ketentraman dan kesejahteraan
Rumit adanya tak menghalangi semangat
Dambaan hilang tak menyesal
Ingatkan pada sebuah lorong bualan masa kecil
Akan menjadi jurang di lembah hidup
Namun di balik teka-teki hidup masih tersimpan nuansa kenangan
Saat kuncup bunga mulai bermunculan
Yaitu ketika masa hati mulai memerah
Antara kecil dan dewasa yang datang menghampiri
Hanya satu kali kesempatan saja tak akan terulang kembali

Oleh Laila Nursaliha

Advertisements

Leave a comment

Filed under Poems

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s