Category Archives: Non-Fiction

Dilema Bahasa Indonesia: Dijajah Bahasa Inggris dan/atau Menjajah Bahasa Bugis

Diterbitkan di koran Identitas Universitas Hasanuddin bulan November 2015.

“But if thought corrupts language, language can also corrupt thought.”
― George Orwell, 1984

Pada hari Rabu, 28 Oktober 2015 kemarin, saya mengikuti sebuah acara peringatan sumpah pemuda yang diadakan oleh jurusan sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Temu Ilmiah, Bulan Bahasa dan Dies Natalis Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin. Pada kesempatan itu, ada dua pembicara yang hadir yaitu Prof. Dr. H. Muhammad Darwis, M.S, guru besar bahasa Indonesia –Lingustik, Universitas Hasanuddin, dan Basri, jurnalis harian FAJAR.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Non-Fiction

Mewahnya Adat Pernikahan Bugis: Sebuah Perjalanan ke Soppeng, Sulawesi Selatan

Proses pernikahan orang bugis berbeda dengan proses pernikahan orang sunda. Saat saya ke daerah Soppeng, Sulawesi Selatan, saya datang ke acara pernikahan saudara salah satu dosen sastra daerah, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, yaitu Prof. Nurhayati Rahman. Beliau berbaik hati mengajak saya dan teman saya, Riki Nasrullah, pergi untuk mempelajari adat pernikahan bugis. Pernikahan saudara beliau dilakukan secara adat yang disebut Mappabotting yang dalam bahasa bugis berarti melaksanakan upacara pernikahan. Continue reading

Leave a comment

Filed under Non-Fiction